Rasanya aku memang butuh waktu untuk bisa berpikir dengan jernih. Memutuskan suatu hal yang mengganjal. Yang membuat diriku tidak nyaman untuk bergerak bebas seperti dulu lagi.
Setelah aku berpikir, mengenai segala macam hal yang selama ini aku jalani, akhirnya aku tersadarkan. Menyesal.
Aku ingin kembali. Dan akan memulai segala sesuatunya dari nol lagi.
Tak mengapa, aku harus bersusah payah. Aku rela. Asalkan aku bisa dekat dengan-Mu lagi, Tuhan !
Engkau datang,
ketika aku jatuh bangun
dan jatuh dalam langkah menyusuri kehidupanku yang kelam
dan hampir tak dapat melangkah lagi
bersama bayanganMu kasih
seakan-akan aku terjaga dari mimpi-mimpi
dari kehidupan yang semu dan melenakanku
membuatku terlupa akan segala-galanya
dirimu hadir bagaikan sinar yang menerangi jalanku
Kau tunjukan arah mana yang kini harus ku tempuh
agar diriku tak sesat lagi seperti dulu
hari ini aku mencoba berdiri dan melangkah lagi
bila esok sinar mentari akan bersinar lagi
aku akan menuju cita-cita yang pasti !
By : Emil – Sesaat Kau hadir
Meski terasa berat. Aku akan terus berusaha. Meski terasa sulit. Aku akan terus mencoba dan tidak akan berkelit.
Biarkanlah kujadikan masa hitam itu sebagai pembelajaran berharga. Biarkan aku menganggapnya sebagai bagian dari kehidupanku yang memang seharusnya aku jalani. Biarkanlah aku memulainya dengan sesuatu yang baru. Biarkanlah semuanya mengalir kembali dengan sendirinya menuju ridho ilahi. Biarkanlah aku meluruskan kembali hidupku. Biarkanlah...
Biarkanlah aku mencoba untuk berdiri dan mulai menggali hikmah itu kembali. Menumpuknya menjadi pembelajaran hidup yang berharga dan akan ku wasiatkan pada anak cucuk generasiku nanti. Biarkanlah hanya itu, karena tidak ada yang kupunya yang nilainya jauh lebih berharga ketimbang pengalaman hidup... Biarkanlah hanya aku saja yang mengalaminya. Jangan ada lagi korban. Anda, mereka, ataupun anak cucuk kita yang lainnya. Atau siapapun itu.
Biarkanlah aku memulainya dari hari ini. Dari detik ini. Dari ketika tulisan ini ku selesaikan. Biarkanlah ini menjadi pemula...menjadi saksi cerita, bahwa aku ingin kembali seperti dulu lagi. Penuh semangat. Bergelora dengan amalan surga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar