Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya bagaimana jika Mbak Dessy tahu suaminya telah berselingkuh dengan saya ?
Saya tidak tahu apa yang akan Mbak Dessy lakukan pada saya kalau ia mengetahui bahwa setiap malam ketika suaminya pulang larut malam (dengan alasan lembur) nyatanya habis melemburkan dirinya bersama saya diatas ranjang ?
Saya tidak tahu. Bisa jadi saya akan di dampratnya. dimaki habis-habisan. dipecat dari perusahaan miliknya, tempat saya bekerja. atau mungkin yang lebih ekstrim lagi, saya akan dibunuh seperti yang ada di film ? Saya tidak tahu !
Namun, yang bisa saya katakan saat ini hanyalah. 'Maaf !'
Ya, hanya itu.
'Maaf saya tidak pernah menginginkan seperti ini Mbak. Saya tahu bagaimana rasa sakitnya dikhianati. Saya tahu itu. Tapi mbak sungguh, saya tidak bermaksud mengkhianati Mbak. Saya hanya menuruti kata hati saya saja mbak. Hanya itu !'
Bukankah hati tidak pernah berbohong ? bukankah mengikuti kata hati kita itu yang terbaik ?
Benarkan begitu ?
Saya yakin, ini memang mungkin terdengar sedikit aneh. tapi inilah kenyataannya. Bahwa saya telah menjalani cinta diam-diam dengan suami Mbak Dessy, atasan saya di kantor sekaligus teman yang sudah saya anggap seperti kakak kandung.
Maafkan saya Mbak...! Maaf...

aku dah mampir ya....bagus blognya jgn lupa mampir juga k blog gw.....edward33-buahdariyangterbuang.blogspot.com
BalasHapus