Lihat, Baca, Dan Resapi!
Aku hanyalah manusia biasa yang ingin bercerita...

Edisi

Total Tayangan Halaman

Minggu, 05 Juni 2011

Ketika Gula Tak Semanis Biasanya

Aaaggh lega banget rasanya gue bisa ngeposting lagi nih. Setelah sekian lamanya gue terpenjara dalam kata-kata (duh ileee...)

Begini guys, pastinya lo sering banget denger orang2 disekitar lo, bisa itu temen, keluarga, pacar, atau bahkan lo sendiri ngeluh, pesimis, dan merasa hidup ini gelap gulita, gundah gulana, seakan rasa gula tak lagi manis seperti biasanya ! :)

But don't worry guys, lo gak sendiri.. gue juga sering ngerasain gula yang tak semanis biasanya :) gue pernah juga ngerasain apa yang lo rasa !

Sampai akhirnya gue menemukan jawaban dari semua kegelisahan kita ini, mengapa gula itu rasanya tidak semanis biasanya ? Mengapa hidup kita tidak selamanya indah ? Mengapa kita kerap kali gagal, gagal, dan gagal dalam meraih apa yang kita mau ? Dan mengapa, oh mengapa yang lainnya...

Sore itu seperti biasa, pulang kuliah dan ngajar les private keponakan gue di Depok, gue langsung cabut ke Bintaro, pulang dan pingin langsung istirahat di kamar sambil dengerin music blues sampai terlelap mimpi indah. Tapi nyatanya gak seindah apa yang gue bayangkan.

Dalam perjalanan pulang, tiba-tiba aja langit sore yang tadinya indah bermandikan cahaya surga keemasan berubah menjadi warna abu-abu pekat. Pokoknya warnanya gak enak banget untuk di lihat deh 

Buuurrr...

Tanpa permisi dulu, hujan deras mendadak turun !

Gue langsung nepi-in Vega R merah gue -istri ke dua- dan langsung pasang mantel ijo buluk jas ujan gue dari dalem jok dan habis itu gue langsung tancap gas lagi ngelanjutin perjalanan pulang yang sempat tertunda. Tapi, baru sampai ya kira-kira 2 Km lah, jalanan itu kering abis dan gak ada sama sekali tanda-tanda ujan baru lewat jalanan itu. Permisi juga, gak kayanya !

Sumpah gue bingung sekaligus malu (Lo harus bayangin muka gue yang merona merah-merah gimana gitu) ! Yang lainnya pada asik nyantai naik motor tanpa jas ujan sedangkan gue ? Baju setengah lepek plus jas ujan ijo buluk melekat ditubuh indah gue. Malu !

Langsung gue lepas kendali (lebay!) gue banting stir ke kiri (lebay !) gue lempar motor gue ke trotoar dan buru-buru gue lepas jas ujan ijo buluk itu. Gue pun melanjutkan perjalanan dengan muka merah jambu.

Ok guys, gue type orang yang percaya, bahwa setiap kejadian yang gue alami itu bukan tanpa sebab dan maksud. Pasti ada sesuatu the best point yang gue bakal dapet dari itu semua dan gue harus berusaha mencarinya, 'kira-kira apa ya ?' , termasuk dari apa yang baru aja gue alami waktu itu.

Disepanjang jalan pulang, gue mikir kira-kira apa ? Sampai akhirnya gue mendapatkannya !

Triiing... Triiiing... Aha ! :D

Pertama, gue jadi semakin percaya bahwa gak ada satu pun dari kita yang bisa memprediksi apa yang bakal terjadi satu hari setelah ini, atau bahkan satu detik selanjutnya dia akan bagaimana ? Seperti apa ? Dan di mana ?

Gak ada ! Semua sudah ada yang ngatur, Tuhan ! Cuma dia yang tahu segalanya.

Kedua, gue yakin semua orang pasti pernah melalui masa-masa indah dan keemasan dalam hidupnya, tapi gue juga percaya bahwa kita juga pernah merasakan kehancuran dan perasaan sedih yang membawa kita sampai titik nadir. Jurang keputus asaan. Ya seperti halnya hujan deras mendadak dan terang ditempat yang lain itu. Semua datang silih bergantian Guys !

Dari kejadian itu juga gue jadi yakin kalau semua itu sudah ada masanya. Dan setiap masa akan berganti. Terus begitu. Seperti terangnya matahari, dan derasnya hujan yang silih berganti. Persis juga seperti roda pedati pak kusir yang sedang bekerja.. terus berputar.. tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk ... dan seterusnya.

Jadi guys, setiap ada masalah baru yang datang dan membuat hari-hari kita terasa gelap (tapi jangan sampe gelap mata ya !) ... semua itu sudah ada waktunya. Semua sudah ada waktunya masing-masing, kira-kira berapa lama perasaan sedih, murung, gagal, kecewa itu kita rasakan. Dan begtu juga sebaliknya.

Dari sini gue jadi belajar Guys, (berharap kita semua juga bisa mengambil hikmahnya) bahwa Tuhan itu Maha Adil ! Dia ingin kita merasakan berbagai macam situasi dan kondisi yang berbeda-beda agar kita tumbuh menjadi makhluk yang beda dan luar biasa ! Kita menjadi makhluk yang tahan banting di segala kondisi. Itu juga jika kita bisa melewati berbagai macam ujian itu dengan sabar, ikhlas, dan berpikir terbuka dalam menerimanya.

Tuhan menginginkan kita untuk bisa mengecap berbagai macam rasa dalam hidup. Ada asem, asin, manis, atau bahkan sepet , kayak keti lo (Lo aja, jangan bawa2 guweh ye ! :D ) .

Jadi kalau tiba-tiba misalnya lu 'ngerasain gula gak semanis biasanya', jangan salahin gulanya ! Atau jangan salahkan pabriknya, apalagi sampai lu salahin bunda yang sedang mengandung ! Itu paraaaaaaaah bgt !

Daripada pusing mikir mengapa, mending lu pikirin bagaimana caranya supaya rasa gula itu jadi manis ? Lu bisa putar otak untuk menjadikannya manis. Misalnya, mengganti gula dengan madu atau mungkin dengan mengingat senyum maut gue yang gak ada matinya (gak nahaaan ciin !)

Cheeers gay, ops.. guys !

Semoga hari-hari kita semakin indah ya ! Tetap semangat, be positive thinking person !

NB : sedia jas ujan sebelum hujan. Kalo bisa jangan samaan ma gue warna ijo buluk ! Malu ! Sumpah deh ! Lebih bagus pink bunga-bunga, atau ada gambar winnie the pooh atau tweety ! So sweet banget ! Kalo ada yang punya, gue mau satu ^_^”

nulis : @ Redline Room. Sabtu 4 june '11 , 00.27 WIB
posting : @ 18.net ponsaf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar