“Ingin rasanya gue melegalkan rasa terlarang ini. Mengesahkannya menjadi sesuatu yang bukan tabu lagi dipandang orang, menjalani sebuah cinta terlarang.”
Sudah tiga bulan ini gue ketemu lagi sama orang yang dulu sempat gue kenal dikampus. Namanya Donny. Lelaki satu-satunya yang pernah gue cintai dan satu-satunya lelaki yang pernah menggagahi gue. Sekali.
Gue gak pernah nyangka sebelumnya kalau Donny sekarang sudah menjadi 'laki' dari Dessy, sahabat baik gue di SMA dulu. Dan gue juga gak pernah nyangka kalau ternyata Donny masih mencintai gue. Sama seperti dulu.
Gue pikir dia sudah berubah, gak tahunya...
Lalu untuk apa pernikahannya dengan Dessy ? Apakah dia benar-benar mencintainya ? Atau hanya sekadar...
Ah, kasihan Dessy...
Gue bener-bener ngerasa gak nyaman banget dengan situasi seperti sekarang ini. Menjalani cinta diam-diam dengan Donny. Apalagi gue sama dia satu kantor. Dan perusahaan itu milik dari keluarganya Dessy.
Sumpah... gak enak banget !
Gue ngerasa seperti duri dalam daging di dalam persahabatan gue dengan Dessy. Gue bener-bener gak kebayang waktu itu, ketika Donny meminta gue untuk menjadi pacarnya (lagi). Meskipun gue mempunyai rasa yang sama ke dia, tapi sampai detik ini belum gue jawab apa-apa.
Bukan karena tak ingin, tapi karena gue gak tahu kalimat apa kira-kira yang pas untuk gue jawab ?
Mungkin Dessy boleh anggap gue bajingan, pengkhianat, brengsek, atau apapun itu namanya karena gue telah berani jatuh cinta (lagi) sama Donny. Suaminya.
Gue dilema
Gue gak bisa menghancurkan perasaan Dessy, sahabat baik gue. Gak bisa !
Tapi...
Gue juga gak bisa memungkiri perasaan gue sendiri. Selama ini gue mencintai Donny ! Sejak pertama gue bertemu dengannya, gue sudah mencintainya (lebih dulu, lebih awal dari Dessy).
Gue cinta Donny. Hanya Donny. Tidak yang lain.
Tapi,
Apakah setiap rasa cinta itu harus direalisasikan dengan sebuah ikatan dan bernamakan sesuatu ?
Orang mungkin boleh tertawa dengan perasaan gue ini yang mungkin di anggap cemen. Tapi pernahkah mereka berpikir dan mencoba untuk merasakan jadi gue. Seseorang dengan yang tumbuh dengan keganjilan ? Seandainya gue boleh memilih, mungkin gue akan meminta untuk tidak dilahirkan sebagai seorang laki-laki !
***

Tidak ada komentar:
Posting Komentar