Lihat, Baca, Dan Resapi!
Aku hanyalah manusia biasa yang ingin bercerita...

Edisi

Total Tayangan Halaman

Senin, 22 Agustus 2011

Tabayyun - (Meminta penjelasan yang sejelas-jelasnya)

Sabtu, 20 Agustus 2011 / 20 Ramadhan 1432 H.

Pagi ini gue bakal ketemuan dengan salah seorang temen gue yang udah cukup lama gak ketemu. Udah lama gue gak liat bentuk tuh anak kayak sekarang kayak gimana. Fisiknya sih emang udah lama gak gue liat tapi, kalau berita tentang nih anak sering banget gue denger. Nah, karena itu makanya gue mutusin untuk ketemuan sama temen gue ini. Ya bermaksud untuk tabayyun, minta kejelasan yang sejelas-jelasnya tentang berita yang selama ini beredar tentang dia yang keluar masuk ditelinga gue. Gue bener-bener pingin tahu dan ketemu dengan dia walaupun, Rudy dan Rucy, sahabat gue itu nyaranin gue supaya gak usah lagi berurusan atawa temenan mah tuh anak. But, sorry guys.. untuk kali ini gue gak bisa ikutin saran dari kalian Coz, kali ini gue bener-bener pengen banget ngelurusin hidup temen kita yang satu itu.

Ya, mungkin banyak orang yang lebih memilih menghindari orang-orang yang berbahaya bagi hidupnya atau orang yang gak bisa sama sekali ngasih yang namanya asas manfaat, saling menguntungkan satu sama lain. Singkat kata, orang yang merugikan. Tapi hal itu sama sekali gak berlaku dalam hidup gue, dan jelas bertolak belakang dengan prinsip juga apa yang gue yakini selama ini.

Gue percaya bahwa yang namanya manusia pasti gak lepas dari yang namanya kesalahan, iya kan? Hal ini tuh klise banget dan pastinya lo semua seriiiiing banget denger. Nah, berangkat dari kalimat klise itulah gue akhirnya membangun sebuah keyakinan dalam hidup gue bahwa yang namanya kesalahan pun bisa kita jadikan sebuah manfaat yang luar biasa alias hikmah, pelajaran kehidupan.

Mengapa kita harus mempermasalahkan kesalahan orang lain, kemudian kita langsung mengambil seribu langkah mundur menjauhinya, mengapa demikian? Jika kita yang berbuat salah, apakah kita juga ingin di jauhi seperti itu? gue rasa lo semua sepakat untuk godek-godekin kepala alias leng-ge-leng-in kepala, tidak ingin hal itu terjadi dalam hidup lo.

Guys, kenapa kita tidak memulai untuk memaafkan kesalahan orang lain dan mencoba untuk memakluminya? Bukankah jiwa-jiwa yang hebat itu dimulai dari sikap ksatria, berlapang dada menerima kekurangan orang lain?

Sejujurnya, gue sedih banget lihat kehidupan temen gue yang satu ini. Yang sekarang hidup luntang lantung dengan ketidakpastian yang bener-bener tidak pasti. Gue kasiaaaan banget sama dia, apalagi dengan kehidupannya yang diluar dari kehidupan ‘normal’ manusia pada umumnya. Bukankah banyak orang yang ketika dalam keadaan terdesak, dia akan melakukan segala cara agar tetap bisa hidup?

Terlepas dari apapun masalah dia dengan keluarganya, maupun kesalahan-kesalahan hidup yang dia buat, gue akan tetap berangkat nemuin dia. Gue kepingin banget dia bisa hidup lurus-lurus aja dan balik ke keluarganya lagi.  Gue ingin dia juga bisa merasakan indahnya hidup dengan segala kewajarannya. Gue bisa melihat ada banyak potensi di dalam dirinya yang sebenarnya jika di arahkan pada yang baik, insya Allah akan sangat bermanfaat. Baik itu untuk dirinya sendiri, maupun untuk dakwah fii sabilillah.

Ya ini sih Cuma bagian kecil aja dari ikhtiar gue untuk dia. Bagaimana pun juga dia tetap teman gue, sesama muslim (mudah-mudahan aja masih muslim), dan sudah menjadi keharusan bagi gue untuk meluruskannya. Apalagi akhir-akhir ini gue sering banget lihat status BBM-nya yang galau abis gitu. Ya gue berharap, Allah memudahkan langkah kecil gue ini.
Bismillah…

Gue siap-siap dulu ya guys!  Ini udah mau jam 6… gue janji jam 8an udah di kosan dia di kawasan segitiga emas Jakarta (Sudirman).

Bismillahitawakkaltu ‘alallah laa haula wa laa kuwwata illa billah…

***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar